Adab & Akhlak

Adab seorang ‘alim(berilmu) didalam dirinya sendiri dan mengawasi muridnya dan pelajarannya.(bagian pertama)

Ta’lim tadzkirah Assami’ wal Mutakallim Fii Adabil ‘Alim wal Muta’allim

Bab kedua : Adab seorang ‘alim(berilmu) didalam dirinya sendiri dan mengawasi muridnya dan pelajarannya.

Pasal Pertama :

Adab Guru didalam dirinya. Terdiri dari 12 Bagian.

1). Bagian Pertama : Selalu merasa diawasi oleh Allah ﷻ didalam sendirian dan bersama yang lain.

Dan selalu menjaga rasa takutnya kepada Allah ﷻ didalam semua gerak geriknya dan didalam aktifitasnya dan didalam diamnya,dan didalam perkataan dan perbuatannya. Inilah Ihsan ialah engkau beribadah kepada Allah ﷻ seakan-akan engkau melihat Allah ﷻ, apabila engkau tidak melihat Allah ﷻmemang sangat mustahil bagi hamba Allah ﷻ didunia ini untuk bisa melihat Allah ﷻ,maka sesungguhnya Allah ﷻ maha melihat kita.

Sesungguhnya hamba tersebut telah diberikan amanah(kepercayaan) dari ilmu, dari rasa(panca indra) dan pehaman itu merupakan keberkahan dari Allah ﷻ yang telah Allah ﷻ berikan.

Allah ﷻ berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَخُوْنُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ وَتَخُوْنُوْٓا اَمٰنٰتِكُمْ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ – ٢٧
“janganlah kalian Allah dan Rasul dan kalian mengkhianati amanah kalian dan kalian mengetahui nya”.(Q.S. Al Anfal 27)

Dan firman Allah ﷻ :
اِنَّآ اَنْزَلْنَا التَّوْرٰىةَ فِيْهَا هُدًى وَّنُوْرٌۚ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّوْنَ الَّذِيْنَ اَسْلَمُوْا لِلَّذِيْنَ هَادُوْا وَالرَّبَّانِيُّوْنَ وَالْاَحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوْا مِنْ كِتٰبِ اللّٰهِ وَكَانُوْا عَلَيْهِ شُهَدَاۤءَۚ فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوْا بِاٰيٰتِيْ ثَمَنًا قَلِيْلًا ۗوَمَنْ لَّمْ يَحْكُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْكٰفِرُوْنَ – ٤٤
Sungguh, Kami yang menurunkan Kitab Taurat; di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya. Yang dengan Kitab itu para nabi yang berserah diri kepada Allah memberi putusan atas perkara orang Yahudi, demikian juga para ulama dan pendeta-pendeta mereka, sebab mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu jual ayat-ayat-Ku dengan harga murah. Barangsiapa tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir.
(Q.S. Al maidah 44)

Imam Syafi’i berkata : “Ilmu itu bukanlah yang dihafalkan,akan tetapi ilmu itu yang bermanfaat”.

Ada orang yang telah belajar akan tetapi setelah ia belajar ia kembali kepada adatnya atau kebiasaan nya. Artinya ilmu itu apa telah dihafalkan kemudian diamalkan setelahnya.bukan ilmu itu dihafalkan lalu tidak diamalkan.dan Ilmu itu didapat dengan petunjuk dan agama yang benar(amalan sholeh).

Dan ilmu itu selalu mendatangkan ketenangan dan selalu berwibawa dan kekhusyukan dan wara’ dan dapat merendahkan diri kepada Allah ﷻ.

Dan apa telah ditulis Imam Malik kepada Harun Arrasyid radhiallahu anhuma : jika engkau telah diberikan Ilmu maka hendaklah ada pengaruh/bekas dari ilmu tersebut. Yaitu baik didalam ilmunya dan didalam ketenangan nya dan didalam kelemahan lembutan.

Nabi ﷺ bersabda :
إن الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ
“Para Ulama itu Pewaris Para Nabi”.
Dan Umar bin Khattab Radhiallahu anhu : pelajarilah Ilmu dan beramal lah dengan nya didalam ketenangan dan kewibawaan.

Dan Dari Salaf berkata :

Hak dari seorang yang berilmu adalah merendahkan diri kepada Allah ﷻ didalam kesembunyiannya dan didalam kebersamaanya, dan menjaga diri nya dan berhenti ketika ada masalah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button