Kitab AqdhiyahSyarah Shahih Muslim

Kitab Aqdhiyah (Peradilan) – Menghakimi Keputusan Itu Apa Yang Nampak Dzohir dan Kepandaian Didalam

Kajian Syarh Shohih Muslim
Kitab Aqdhiyah (Peradilan)
BAB Menghakimi keputusan itu apa yang nampak dzohir dan kepandaian didalam
.

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكُمْ تَخْتَصِمُونَ إِلَيَّ وَلَعَلَّ بَعْضَكُمْ أَنْ يَكُونَ أَلْحَنَ بِحُجَّتِهِ مِنْ بَعْضٍ فَأَقْضِيَ لَهُ عَلَى نَحْوٍ مِمَّا أَسْمَعُ مِنْهُ فَمَنْ قَطَعْتُ لَهُ مِنْ حَقِّ أَخِيهِ شَيْئًا فَلَا يَأْخُذْهُ فَإِنَّمَا أَقْطَعُ لَهُ بِهِ قِطْعَةً مِنْ النَّارِ.

Dari Ummu Salamah dia berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda, “Kalian mengadukan perkara kepadaku (karena minta diadili), mungkin salah satu pihak lebih pandai memberikan alasannya daripada yang lain, lalu aku putuskan perkaranya sesuai dengan yang aku dengar, jika aku memberi putusan dengan mengorbankan hak saudaranya maka janganlah ia ambil, sesungguhnya aku telah memberinya potongan api neraka.”

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ جَلَبَةَ خَصْمٍ بِبَابِ حُجْرَتِهِ فَخَرَجَ إِلَيْهِمْ فَقَالَ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ وَإِنَّهُ يَأْتِينِي الْخَصْمُ فَلَعَلَّ بَعْضَهُمْ أَنْ يَكُونَ أَبْلَغَ مِنْ بَعْضٍ فَأَحْسِبُ أَنَّهُ صَادِقٌ فَأَقْضِي لَهُ فَمَنْ قَضَيْتُ لَهُ بِحَقِّ مُسْلِمٍ فَإِنَّمَا هِيَ قِطْعَةٌ مِنْ النَّارِ فَلْيَحْمِلْهَا أَوْ يَذَرْهَا.

Dari Ummu Salamah istri Nabi ﷺ, bahwa Rasulullah ﷺ mendengar suara orang yang sedang adu mulut di depan pintu kamar beliau, lalu beliau keluar menemui mereka seraya bersabda, “Aku ini hanya seorang manusia biasa, namun banyak orang yang membawa perkaranya kepadaku, sedangkan satu pihak di antara mereka ada yang lebih pandai berbicara sehingga aku mengira dialah yang benar, lalu kuputuskan dialah yang menang atas lawannya, oleh karena itu, siapa yang aku menangkan perkaranya di atas hak seorang muslim, sesungguhnya itu merupakan sepotong api dari neraka. Maka ia boleh membawanya atau meninggalkannya.”

Faidah Hadist :

1). Seorang Hakim menghukumi dengan dzohirnya, bukan dengan ilmunya.Kalau hakim memutuskan dengan ilmu nya maka ia akan menjadi saksi bukan hakim.

2). Manusia tidak mengetahui perkara yang ghaib walaupun Rasulullah ﷺ tidak mengetahui perkara yang ghaib kecuali dari Allah ﷻ melalui malaikat jibril.

3). Dan Rasulullah ﷺ menghukumi sesuatu perkara dengan dzohirnya.

4). Kalau bukan karena ada nya sumpah maka setiap orang akan mengklaim ini punya saya dan punya nya fulan.

5). Para sahabat dan jumhur ulama mengatakan bahwasanya apa diputuskan hakim tidak akan merubah menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal.

6). Dalam hadist Rasulullah ﷺ bersabda,
فَإِنَّمَا هِيَ قِطْعَةٌ مِنْ النَّارِ فَلْيَحْمِلْهَا أَوْ يَذَرْهَا.
sesungguhnya itu merupakan sepotong api dari neraka. Maka ia boleh membawanya atau meninggalkannya.”

Maknanya apabila keputusan secara dzohirnya menyelisihi hakikatnya maka hukum nya haram dan akan masuk neraka.

Wallahu’alam.

Rujukan :
“Al-Minhaj Syarhu Shohih Muslim ibni Al-Hajjaj” (المنهاج شرح صحيح مسلم بن الحجاح) Karya Imam Nawawi رحمه الله تعالى

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button