Kitab AqdhiyahSyarah Shahih Muslim

Kitab Aqdhiyah (Peradilan) – Larangan Bertanya Tanpa Kebutuhan dan Larangan Menahan Apa Yang Harus Dia Tunaikan

Kajian Syarh Shohih Muslim
Kitab Aqdhiyah (Peradilan)
Bab Larangan Bertanya Tanpa Kebutuhan dan Larangan Menahan Apa Yang Harus Dia Tunaikan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إِنَّ اللَّهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلَاثًا، وَيَكْرَهُ لَكُمْ ثَلَاثًا ؛ فَيَرْضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوهُ، وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَأَنْ تَعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا، وَلَا تَفَرَّقُوا، وَيَكْرَهُ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ ، وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ، وَإِضَاعَةَ الْمَالِ “.

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah rida terhadap kalian atas tiga hal dan juga membenci kalian atas tiga hal; Dia rida bila kalian beribadah kepada-Nya tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, kalian berpegang teguh dengan agama-Nya dan tidak berpecah belah. Dan Allah membenci kalian dari perbincangan yang tidak jelas sumbernya, banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta.”

عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ : ” إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الْأُمَّهَاتِ، وَوَأْدَ الْبَنَاتِ، وَمَنْعًا وَهَاتِ، وَكَرِهَ لَكُمْ ثَلَاثًا ؛ قِيلَ وَقَالَ ، وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ، وَإِضَاعَةَ الْمَالِ “.

Dari Mughirah bin Syu’bah dari Rasulullah ﷺ beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla mengharamkan kalian mendurhakai seorang ibu, mengubur anak perempuan hidup-hidup, dan tidak suka memberi dan suka meminta-minta. Dan membenci atasmu tiga perkara; mengatakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya, banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta.”

كَاتِبُ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ ، قَالَ : كَتَبَ مُعَاوِيَةُ إِلَى الْمُغِيرَةِ : اكْتُبْ إِلَيَّ بِشَيْءٍ سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. فَكَتَبَ إِلَيْهِ : أَنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : ” إِنَّ اللَّهَ كَرِهَ لَكُمْ ثَلَاثًا ؛ قِيلَ وَقَالَ ، وَإِضَاعَةَ الْمَالِ، وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ “.

Dari Sekretaris Mughirah bin Syu’bah dia berkata, “Mughirah, ‘Tulislah untukku sesuatu yang pernah kamu dengar dari Rasulullah ﷺ !’Lantas dia membalas suratnya, ‘Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah membenci atas kalian tiga perkara; mengatakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya, menyia-nyiakan harta dan banyak bertanya.”


كَتَبَ الْمُغِيرَةُ إِلَى مُعَاوِيَةَ : سَلَامٌ عَلَيْكَ أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : ” إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ ثَلَاثًا، وَنَهَى عَنْ ثَلَاثٍ ؛ حَرَّمَ عُقُوقَ الْوَالِدِ، وَوَأْدَ الْبَنَاتِ، وَلَا وَهَاتِ، وَنَهَى عَنْ ثَلَاثٍ ؛ قِيلَ وَقَالَ ، وَكَثْرَةِ السُّؤَالِ، وَإِضَاعَةِ الْمَالِ “.

Dari Warrad dia berkata, “Mughirah pernah berkirim surat kepada Mu’wiyah, “Semoga engkau mendapat keselamatan. Amma ba’du, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah mengharamkan tiga perkara dan melarang dari tiga perkara; Allah mengharamkan durhaka terhadap orang tua, mengubur anak perempuan hidup-hidup dan tidak mau memberi. Dan Allah melarang dari tiga perkara; mengatakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya, banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta.”

Faidah Hadist :

1). Larangan bertanya tanpa kebutuhan dan larangan menahan apa yang harus dia tunaikan.

2). Larangan suka menahan harta dan suka meminta-minta.

3). Berpegang teguh dengan tali Allah ﷻ yaitu dengan cara berpegang dengan Al Quran dan hadist Rasulullah ﷺ.

4). Wajib nya menjaga persatuan umat islam, dan larangan nya berpecah belah diantara umat islam. Yang pertama dengan menyebah-Nya ﷻ semata, yang kedua dengan menjauhi kesyirikan kepada-Nya ﷻ.

5). Yang dimaksud dengan
قِيلَ وَقَالَ
mengatakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya.
Adalah berbicara tidak berujung dan berpangkal.

6). Diantara maksud banyak bertanya adalah bertanya dengan sesuatu yang tidak terjadi atau tidak dibutuhkan, seperti bagaimana hukum sholat di bulan? dan bagaimana makan daging dinosaurus? Atau pertanyaan yang terlalu panjang dan detail.

7). Yang dimaksud dengan menyia-nyiakan harta adalah membeli suatu barang yang dilarang dalam syariat islam.

8). Larangan dan haram hukumnya mendurhakai orangtua, dan menahan pemberian dan banyak meminta dan mengubur anak-anak perempuan karena takut miskin dan terhina.

Wallahu’alam.

Rujukan :
“Al-Minhaj Syarhu Shohih Muslim ibni Al-Hajjaj” (المنهاج شرح صحيح مسلم بن الحجاح) Karya Imam Nawawi رحمه الله تعالى

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button