Kitab Jihad dan SiyarSyarah Shahih Muslim

Kitab Jihad dan Siyar – Bolehnya Menyerbu Orang-orang Kafir Yang Telah Sampai Dakwah Kepada Mereka

Syarah Shahih Muslim oleh Al Imam An nawawi Rahimahullah
Kitab Jihad dan Siyar
Bolehnya Menyerbu Orang-orang Kafir Yang Telah Sampai Dakwah Kepada Mereka

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ ، حَدَّثَنَا سُلَيْمُ بْنُ أَخْضَرَ ، عَنِ ابْنِ عَوْنٍ ، قَالَ :
كَتَبْتُ إِلَى نَافِعٍ أَسْأَلُهُ عَنِ الدُّعَاءِ قَبْلَ الْقِتَالِ، قَالَ : فَكَتَبَ إِلَيَّ : إِنَّمَا كَانَ ذَلِكَ فِي أَوَّلِ الْإِسْلَامِ قَدْ أَغَارَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى بَنِي الْمُصْطَلِقِ وَهُمْ غَارُّونَ وَأَنْعَامُهُمْ تُسْقَى عَلَى الْمَاءِ، فَقَتَلَ مُقَاتِلَتَهُمْ، وَسَبَى سَبْيَهُمْ، وَأَصَابَ يَوْمَئِذٍ. قَالَ يَحْيَى : أَحْسِبُهُ قَالَ : جُوَيْرِيَةَ، أَوْ قَالَ الْبَتَّةَ : ابْنَةَ الْحَارِثِ. وَحَدَّثَنِي هَذَا الْحَدِيثَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ وَكَانَ فِي ذَاكَ الْجَيْشِ.

Telah menceritakan kepada Kami Yahya bin Yahya At tamimi. Telah menceritakan kepada kami Sulaim Ibnu Akhdar dari Ibnu ‘Aun. Dia berkata: ” Aku telah menulis kepada Nafi’, Aku bertanya kepadanya tentang dakwah sebelum berperang.
Dia berkata: Dia menulis kepadaku:

Sesungguhnya hal itu terjadi pada permulaan Islam. Rasulullah صلى الله عليه و سلم menyerbu bani Mushtholiq sedangkan mereka dalam keadaan lalai dan binatang ternak mereka sedang diminumkan pada pada mata air. Maka beliau pun memerangi pasukan musuh dan menawan tawanan mereka.Dan pada hari itu beliau mendapatkan, Yahya berkata: Aku mengira dia berkata: Juwairiyah atau dia berkata Battah, putri Al haritsah.
Dan telah menceritakan hadist ini kepadaku Ibnu Umar sedangkan dia adalah salah seorang tentara di pasukan itu.

Faidah Hadist

1. Bolehnya menyerbu orang-orang kafir yang sudah sampai dakwah kepada mereka meskipun tidak diberikan peringatan dengan serbuan.

Al Imam Nawawi berkata: “Didalam permasalahan penyerangan terhadap orang kafir terdapat 3 pendapat. Al Maziriy Al Qadhi berkata:

Yang Pertama, WAJIB diperingatkan secara mutlak (sebelum orang-orang kafir di serang). Ini adalah pendapat Imam Malik dan yang selainnya. Dan pendapat ini lemah.

Yang Kedua, TIDAK WAJIB SAMA SEKALI. Dan ini lebih lemah lagi atau bathil.

Yang Ketiga, WAJIB diberikan peringatan jika belum sampai dakwah kepada mereka. Dan tidak wajib jika sudah sampai dakwah kepada mereka. Namun memberikan mereka peringatan kepada mereka sebelum di serang hukumnya MUSTAHAB.

Pendapat yang terakhir inilah yang benar. Dan ini juga pendapat Nafi Maula Ibnu Umar, Al Hasan Al Bashri, At tsauri, Al laits, Asy Syafii’,Abu Tsaur, Ibnu Mundzir, dan jumhur Ulama.

Ibnu Mundzir berkata: “Inilah pendapat kebanyakan ahli ilmu. Dalil-Dalil yang mendukung pendapat yang ketiga ini banyak. Diantaranya, penyerangan terhadap Kaab Ibnu Al-Asyraf dan hadist terbunuhnya Abul Haqiiq.

2. Bolehnya menjadikan orang Arab sebagai budak karena Bani Mustaliq dari Khuzaah. Setelah Rasulullah صلى الله عليه و سلم berhasil mengalahkan bani Musthaliq beliau menahan sebagian mereka sebagai tawanan perang kemudian di antara mereka ada yang di jadikan budak. Bolehnya menjadikan orang kafir sebagai budak adalah pendapat lama dari Imam Syafi’i. Sedangkan pendapat baru Imam Syafi’i tidak boleh orang-orang Arab di jadikan sebagai budak.

Rujukan:

  1. Kitab Syarah Shahih Musim oleh Imam An nawawi Rahimahullah
  2. Kajian Syarah Shahih Muslim oleh Buya Elvi Syam, Lc., M.A Hafidzhohullah- : https://fb.watch/nzMJbtHC7u/?mibextid=Nif5oz

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button