FiqihMuamalah

Pemimpin adalah teladan

ATASAN ADALAH TELADAN BAGI BAWAHANNYA DALAM BERSUNGGUH-SUNGGUH ATAU MALAS.

إِذَا قَامَ كِبَارُ الْمُوَظَّفِينَ بِوَاجِبَاتِهِمْ عَلَى التَّمَامِ وَالْكَمَالِ، اقْتَدَى بِهِمْ فِي ذَلِكَ الْمُوَظَّفُونَ التَّابِعُونَ لَهُمْ، وَكُلُّ رَئِيسٍ فِي الْعَمَلِ سَيُسْأَلُ عَنْ نَفْسِهِ وَمَرْؤُوسِيِّهِ،

Apabila para atasan pegawai melaksanakan kewajiban-kewajiban mereka dengan sempurna, pegawai-pegawai yang menjadi bawahannya akan mecontoh mereka. Dan setiap pemimpin dalam suatu pekerjaan akan diminta pertanggung jawabannya terhadap dirinya dan orang-orang yang dipimpinnya.

Rasulullah ﷺ bersabda.
وَقَدْ قَالَ : (( كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ فَهُوَ رَاعٍ عَلَيْهِمْ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْهُمْ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْهُمْ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ
عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْؤُولَةٌ عَنْهُمْ، وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْهُ، أَلَاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ )) رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ (2554) وَمُسْلِمٌ (1829)

“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawabannya tentang apa yang dipimpinnya. Seorang amir yang memimpin manusia, ia memimpin mereka dan akan diminta pertanggung jawabannya tentang mereka, seorang laki-laki pemimpin atas keluarganya dan ia akan diminta pertangung jawabannya tentang mereka, dan seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suami dan anaknya, dia akan diminta pertanggung jawabannya tentang mereka dan seorang budak pemimpin atas harta tuannya dan dia akan diminta pertanggung jawabannya terhadapnya, ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan diminta pertanggung jawaban terhadap apa yang dipimpinnya” [Diriwayatkan Al-Bukhari ; 2554 dan Muslim : 1829]

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا. وَإِذَا حَافَظَ الْمَسْؤُولُونَ الْكِبَارُ عَلَى الْأَعْمَالِ فِي جَمِيعِ أَوْقَاتِهَا صَارُوا قُدْوَةً حَسَنَةً لِمَنْ دُونَهُمْ،

Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma] Dan apabila para atasan menjaga pekerjaan-pekerjaan dalam segala waktu-waktunya, mereka akan menjaga teladan yang baik bagi orang-orang yang mereka pimpin.

Seorang pimpinan hendaknya menjadi contoh bagi anggotanya. kenapa pimpinan menjadi contoh bagi anggotanya???
Karena, kalau pimpinan ingin anggotanya disiplin dan tertib dan mengerjakan apa yang menjadi tugas-tugas nya.maka, seorang pemimpinan tersebut harus memberikan contoh kepada anggotanya. Misalnya, Kalau ingin anggotanya disiplin, maka pimpinan harus disiplin,yaitu dengan datang tepat waktu.dan kalau ingin anggotanya rapi, maka pimpinan harus rapi.dan kalau ingin anggotanya menjalankan tugas-tugas nya.maka pimpinan harus menjalankan tugas-tugas nya terlebih dahulu.kalau semuanya sudah berjalan, insya Alloh semuanya akan disiplin dan tertib dan amanah. Sebagaimana dikatakan seorang penyair,

يَقُولُ الشَّاعِرُ:
وَإِنَّكَ إِذْ مَا تَأْتِ مَا أَنْتَ آمِرٌ

بِهِ تُلْفِ مَنْ إِيَّاهُ تَأْمُرُ آتِيَا
Seorang penyair berkata.
“Dan engkau selama melakukan yang engkau perintahkan
niscaya orang yang engkau perintahkan melakukannya”.
الْمَعْنَى: إِذَا أَمَرْتَ غَيْرَكَ مِمَّنْ هُوَ دُونَكَ بِأَنْ يَقُومَ بِوَاجِبِهِ وَكُنْتَ سَابِقًاً إِلَى قِيَامِكَ بِالْوَاجِبِ، فَإِنَّ غَيْرَكَ يَسْتَجِيبُ لَكَ وَيَقُومُ بِمَا أَمَرْتَهُ بِهِ.
Maknanya, apabila engkau memerintahkan orang lain dari bawahanmu agar melakukan kewajibannya, dan engkau terlebih dahulu menunaikan kewajiban, maka sesungguhnya orang yang selainmu akan mematuhimu dan melaksanakan apa yang engkau perintahkan kepadanya.

Rujukan :
Risalahكَيْفَ يُؤَدِّي الْمُوَظَّفُ الْأَمَانَةَ_
Karya Syekh Abdul Muhsin Al Badr hafidzhullah ta’la_

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button