ArtikelSyarah Shahih Muslim

Ukuran Jalan Apabila Orang-orang Berselisih

Kajian Kitab Shahih Muslim : BAB –  Pengairan : Ukuran Jalan Apabila Orang-orang Berselisih

Narasumber : Buya Muhammad Elvi Syam, Lc. MA*

Hadits :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا اخْتَلَفْتُمْ فِي الطَّرِيقِ جُعِلَ عَرْضُهُ سَبْعَ أَذْرُعٍ.

Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi ﷺ bersabda, “Jika kalian berselisih mengenai jalan, maka jadikanlah (lebar jalannya) menjadi tujuh hasta.”

Faidah Hadist :

1). Hendak seorang memberikan jalan dari tanahnya selebar tujuh hasta dan lebih lapang maka lebih utama.

2). Keutamaan orang-orang yang memberikan jalan untuk orang-orang yang berjalan.

3). Dan larangan bagi orang yang enggan atau tidak memberikan jalan.dan mengganggu pejalan kaki. Karena memudahkan pengguna jalan bagian dari keimanan.Sebagaimana,

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan cabang iman,

الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ

Iman memiliki 60 atau 70 lebih cabang. Yang paling tinggi, syahadat ‘Laa ilaaha illallaah’ dan yang paling rendah, menyingkirkan gangguan dari jalan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button